Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Januari 2016

Senja itu
Di sana
Di depan
Di samping
Diam dalam sejuta bahasa hati

Bagaimana sebenarnya?
Suara itu datar

Jiwa terdiam
Keringat itu memancar laksana embun di pagi hari
Besar dan dingin terus mengalir di sekujur dataran tubuh

Hati yang karuan
Denyutan jantung yang memompa
Kencang dan terus bergetar semakin kencang

Di sudut sana
Kamu yakin?
Denyutan jantung itu semakin kencang
Memompa ke sekujur saraf dalam jiwa

Aku yakin...
Suara itu gemetar dan terdiam

Harapan itu direstui
Dari mereka yang dicinta

Banda Aceh, 13 Jan 2016

by. Muhar R

Tau kah kamu, dia merindukan mu?
Rindu yang tiada tara
Rindu bersulam cinta

Dalam dekapan doa ia menyebut mu
Walau tidak satu persatu nama mu

Ia sangat merindukan mu

Ketika ia memulai warna warni kehidupan
Hanya kamu yang ia sebutkan
Ketika ia mengakhiri sejagat alam
Jua kamu yang dirindukan

Oh ummat ku... Oh ummat ku... Oh ummat ku...
Lafal itu terus membasahi bibirnya

Apakah jiwa ini jua merindukannya?
Atau jiwa jiwa yang hanya rindu pada sang kekasih?
Sang kekasih yang tak ada kepastian

13 Jan 2016
By. Muhar R


Minggu, 10 Januari 2016

Oleh: Muhar R

Dia, mawar bagi ku
Dia, melati bagi ku

Dia, lama tak bersua
Tak menjadikan ku putus asa
Tak menjadikan ku gundah gulana
Karena ku tahu Tuhan punya kuasa

Tak berhenti untuk terus ku tadahkan
Memohon padaNya agar bidadari itu tiba

Dulu, ku berandai
Tapi, sekarang di depan pelopak mata
Kurasakan dalam nya rasa itu
Pada ku dan juga Dia

Ku pandang
Ku lihat
Rasa itu semakin dalam

Batin ku berkata
Aku semakin jatuh cinta


Minggu, 03 Januari 2016

Hidup terus berjalan
Hingga pada masanya
Kita dituntut dalam taqwa
Agar selamat dalam Islam
Dan mati dalam iman

Hidup dalam taqwa
Menetapkan iman pada Nya
Menjadikan kita satu barisan

Hidup dalam taqwa
Allah satukan hati kita
Laksana tubuh satu jiwa

Hidup dalam taqwa
Keselamatan ada padanya
Tidak hanya di dunia
Hingga tepi jurang neraka

Hidup dalam taqwa
Menyeru kita terus padaNya
Kepada yang ma'ruf diserukan
Kepada yang mungkar kita cegahkan

Hidup dalam taqwa
Bercerai berai hilangkan pula
Berselisih tinggalkan jua
Untuk terhindar siksa dari Nya

Hidup dalam taqwa
Wajah berseri putih nan indah
Hitam muram hilanglah sudah

Hidup dalam taqwa
Kuatkan iman di dalam dada
Di akhirat mendapat syurga


Banda Aceh, 03 Jan 2015
Tjut Lem

Selasa, 25 Agustus 2015

Salam Rindu untu mu sang Ibu...
Walau nan jauh di sana...
Rindu ku pada mu membuat Air mata ini menetes......
Ucapan Sejahtera dan Keselamatan untuk mu ku awali tulisan ini.....

Ibu.....
Ku tahu kali ini mungkin Ibu marah....
Namun,,,ku yakin kemarahan itu adalah awal dari butir kebahagiaan....

Ibu....
Aku tahu jika ibu mempunyai sejuta harapan pada ku....
Insya Allah harapan itu selalu ada untuk mu wahai Ibu....

Ibu....
Aku tahu kali ini Ibu mungkin kecewa dengan sikap ku...
Namu, aku juga tahu bahwa keputusan ini adalah untuk kebaika....
Aku Yakin, Insya Allah suatu saat Ibu akan tahu....

Ibu....
Aku tahu 9 Bulan lamanya aku di dalam Rahim mu...
Aku tahu selama di rahim mu,Ibu jaga aku dengan baik....
Aku tahu bahwa Ibu lahirkan aku dalam kesakitan yang bertambah-tambah...
Aku tahu darah mu melumuri ku ketika aku keluar dari rahim mu....
Aku juga tahu bahwa selama kecil ku Ibu selalu menjaga ku...
Aku tahu dalam kesakitanku Ibu selalu ada untuk ku....
Aku tahu selama kecil ku Ibu selalu merawat ku dengan baik,,,walau ketika itu aku serba dalam ketidaksempurnaan....
Aku juga tahu di setiap malam dan siang mu Ibu korbankan untuk ku...
Aku juga tahu jika disetiap sholat mu Ibu selalu medo'akan ku dengan segala keikhlasan...

Ibu....
Aku sekolah karna mu wahai ibu dan juga 3 Adek ku tercinta.....
Ku tetapkan azam ku untuk mu ketika ku pamit dari mu untuk kuliah.....
AKu sukses adalan berkat do'a ikhlas dari mu wahai Ibu..

Ibu....
Allah memberi ku sejuta impian untuk mu wahai Ibu dan Adek Ku....
Allah memberikan kesempurnaan kepada ku untuk mu wahai Ibu ku.....

Ibu....
Aku hanya bisa mengungkapakan isi hati ku melalui tulisan ini...
Aku tidak pernah menyampaikan ini melalui lisan ku...

Ibu...
Maafkan jika aku mengecewakan mu.....
Dengan segala kekuarangan ku...
Aku Ikhlas atas kekecewaan mu.....Aku Ikhlas jika Ibu marah pada ku....
Karna Ku tahu, Engkau sangat menyayangi ku.......

Ibu....
Dengan berlinangan air mata ku tulis untaikan kata-kata ini untuk mu.....
Karna ku tahun Keredhaan mu adalah keredhan Allah...

Anak mu tercinta....